Product Catalogue | New Products | The Carver |Your Cart (0) | Shipping

Puri Agung Klungkung


Puri Agung Klungkung

    Puri Agung Klungkung adalah kompleks bangunan bersejarah yang berlokasi di Semarapura-Klungkung, Bali. Puri ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Klungkung. Istana atau Puri Klungkung ini didirikan pada sekitar akhir abad ke-17. Bangunan dari puri ini sebagian besarnya telah hancur pada masa penaklukan Belanda tahun 1908.

    Kerajaan Klungkung pada masa itu dianggap sebagai kerajaan yang paling tinggi dan paling penting dari Sembilan kerajaan lainnya yang ada di Bali sejak akhir abad ke-17 sampai tahun 1908.

 

Sejarah Perang Puputan Klungkung (Puri Agung klungkung)

     Perang puputan klungkung yang terkenal pada saat ini terjadi sekitar satu abad yang lalu, tepatnya pada tanggal  28 April 1908. Pada saat itu untuk mempertahankan kerajaan, Raja klungkung yang pada saat itu dijabat oleh Ida Dewa Agung Jambe ( Ida Dewa Agung Putera IV), keluar dari puri dengan gagah berani dengan membawa senjata tombak.

    Dewa agung Jambe tidak sendiri pada saat keluar dari puri atau kerajaan. Raja Ida Dewa Agung Jambe diiringi oleh para petinggi kerajaan, keluarga, dan seluruh warga kerajaan tidak terkecuali dengan wanita dan anak-anak. Mereka semua bergerak menuju pasukan belanda yang sudah berjaga di depan puri dengan jarak sekitar 100 meter. Ida Dewa Agung Jambe dan para pengikutnya tidak gentar dalam menghadapi Belanda demi kehormatan diri dan kerajaan mereka.

    Saat telah berhadapan dengan pasukan belanda, Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe kemudian menancapkan keris pusakanya ke dalam tanah. Hal ini dilakukannya dengan keyakinan agar timbul lubang besar yang akan menelan dan membinasakan para pasukan perang Belanda. Tetapi bukan lubang yang muncul tetapi justru letusan peluru meriam yang terdengar. Letusan meriam tersebut ditujukan dan mengenai lutut dari Raja Ida Dewa Agung Jambe. Meski terluka, dengan gagah dan perkasa Raja Klungkung tersebut bangkit kembali.  Tetapi pasukan Belanda terus menggempurnya dengan tembakan, hingga akhirnya Raja Ida Dewa agung Jambe tewas di tempat.

    Melihat keadaan tersebut, para petinggi Kerajaan Klungkung yang mengiringi Raja Ida Dewa Agung Jambe beserta para wanita dan anak-anak segera membentuk dan melakukan serangan dengan menggunakan senjata tombak. Namun pasukan Belanda tidak kenal kasihan, mereka tetap menembaki dan menggempur warga dan petinggi kerajaan walaupun didalamnya terdapat wanita dan anak-anak. Letusan-letusan senjata artileri dan infanteri pasukan Belanda merobohkan mereka satu persatu.Setelah peristiwa perang tersebut berakhir, para keluarga kerajaan yang masih tersisa di asingkan ke Pulau Lombok oleh Belanda.

    Perang Puputan Klungkung diakhiri dengan gugurnya Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe beserta para petinggi kerajaan, keluarga, dan kerabat kerajaan. Peristiwa tersebut menunjukan betapa besarnya semangat perjuangan dari rakyat Kerajaan Klungkung untuk menempatkan kehormatan dan harga diri mereka di atas segalanya. Perang di jalankan bukan untuk meraih kemenangan secara fisik, tetapi juga untuk kemenangan kehormatan, harga diri dan semangat juang. Mereka lebih baik mati darim pada kehormatan dan harga diri mereka hilang dirampas oleh pihak Belanda.

    Dalam peristiwa perang ini, tampaknya Belanda bersikap dengan hati-hati. Meskipun pihaknya telah menghancurkan dan merobohkan sebagian besar bangunan dari puri Kerajaan Klungkung, tetapi Kori Agung puri masih dibiarkan tetap berdiri. Kori Agung ini disisakan karena merupakan simbol kebesaran dari puri Kerajaan Klungkung.

Bangunan Puri Agung Klungkung

    Ketika memasuki komplek Puri Agung Klungkung, saat ini dapat ditemukan tiga buah Candi Bentar (gapura/pintu gerbang) yang terdapat pada penyengker (tembok pembatas) luarnya. Sebuah lagi terdapat di penyengker timur yang merupakan pintu masuk bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Puri Agung Klungkung, selain itu di sisi utara juga terdapat dua Candi Bentar. Satu Candi Bentar juga terletak di dalam halaman yang berfungsi sebagai pintu atau gerbang masuk menuju bangunan Bale Kambang atau Taman Gili  yang di hubungkan oleh jalan setapak yang memiliki penyengker. Di atas panyengker tersebut berdiri patung-patung berbagai jenis dan ukuran, di antaranya patung Semar, Petruk, patung Dewa-Dewi dan patung lain-lain.

    Sebelum dihancurkan oleh Belanda, sebelah timur laut dan barat laut dari Puri Agung Klungkung merupakan alun-alun kerajaan, sebelah tenggaranya Puri Delod Pasar. Sebelum Perang Puputan Klungkung terjadi, di Puri Agung Klungkung terdapat beberapa ruangan. Ruangan tersebut diantaranya adalah Kerta Ghosa, Bale Kambang dan Kori agung (Pamedal Agung).

    Konsep yang digunakan dalam membuat bangunan Puri Agung Klungkung adalah konsep yang didasari oleh kepercayaan Hindu terhadap Dewa. Puri Agung Klungkung dibangun dengan berdasarkan tentang konsep letak-letak dewa penjaga dari delapan arah mata angin. Selain hal tersebut, yang unik dan menarik dari bangunan Puri Agung Klungkung ini adalah kesamaan bentuk-bentuk bangunan dan ruangan yang ada di dalamnya. Kesamaan tersebut seperti, bentuk bangunan yang berundak atau bertingkat, bangunan berbentuk segi empat, atap bangunan memiliki bentuk limas segi empat dan dibuat dengan serabut ijuk, terdapat hiasan dan ukiran pada setiap ruang dan bangunan, terdapat hiasan patung dan naga pada tangga, dan sebagian besar bangunan berkonsep terbuka atau tidak memiliki dinding.

     Puri Agung Klungkung ini merupakan puri yang memiliki penataan ruang dan arsitektur yang indah serta menarik. Karena hal tersebut, saat ini Puri Agung Klungkung menjadi salah satu benda Cagar Budaya yang terdapat di Bali. Selain dari segi arsitektur bangunannya, Puri Agung Klungkung dijadikan sebagai benda Cagar Budaya karena didalamnya terdapat kandungan-kandungan pesan dan makna yang khusus.

    Makna khusus yang tersebut dan terkandung di dalam Puri Agung Klungkung adalah, Puri sebagai bangunan dan tempat suci, Puri sebagai tempat persemayaman raja (dan raja dipercayai sebagai penjelmaan dewa), serta Puri sebagai pusat kerajaan dan pemerintahan.

 

Contact
Jl. Pulau Roti, No. 21 Denpasar-Bali
//Phone
+62 87 888 7777 43  ||  +62 361 8474064
info@balicarvingproducts.com  ||  balicraft@rocketmail.com
FB : Bali Tour & Travel




 

Jl. Pulau Moyo, Gg Cemara A No.4, Pedungan, Denpasar - Bali
Phone. +62 (0) 361 8474064 | Mobile. +62 8788 8777 743 | Email. info@balicarvingproducts.com
Copyright © Bali Carving Products | All Rights Reserved | Powered By Baligatra
website counter

 
Facebook Twiter Youtube Link Google
This is replica watches only green water ghost is November 26, 2014 replica watches uk, Hong Kong Christie's replica watches uk sale auction on the auction, number 2203 rolex replica.