Product Catalogue | New Products | The Carver |Your Cart (0) | Shipping

Barong Brutuk di Trunyan


Barong Brutuk di Trunyan

       Trunyan sebagai objek wisata di Bali memiliki tradisi dan budaya unik sehingga membuat para wisatawan merasa penasaran untuk mengetahuinya lebih dekat, selain keunikan dalam penguburan mayat, juga memiliki tarian langka bernama Barong Brutuk sangat jarang dipentaskan terkecuali saat odalan di Pura Pancering Jagat desa Trunyan pada purnamaning sasih kapat. Yang kita kenal Barong di Bali pada umumnya berbentuk wujud binatang seperti macan, singa, gajah, naga maupun babi, namun yang ada di sini berbeda, wajah barong mengenakan seperti topeng primitive, dipakaikan pada seorang remaja dengan pakaian dari daun pisang kering.

      Diduga dari busana yang dikenakan oleh Barong Brutuk merupakan peninggalan dari jaman pra-Hindu di dataran ini, keunikan ini melengkapi desa di tepian danau Batur Kintamani ini untuk dijadikan sebagai salah satu objek wisata di Bali yang paling unik, layak dimasukkan dalam agenda tour anda saat liburan di Bali. Untuk menuju desa Trunyan anda harus sewa perahu motor nelayan dari dermaga di desa Kedisan, sambil menikmati keindahan danau, menyaksikan adat istiadat budaya setempat, seperti tradisi penguburan mayat dan ritual pementasan barong tersebut.

     Yang berhak menarikan Barong Brutuk ini adalah remaja-remaja yang di ambil dari seka taruna di desa Trunyan, mereka yang dipilih harus menjalani proses sakralisasi (karantina) selama 42 hari. Mereka tinggal di sekitar Pura Pancering Jagat dekat dengan patung Bhatara Datonta atau Ratu Pancering Jaga, patung setinggi 4 meter ini bentuknya sederhana namun memiliki ekspresi dahsyat, tangan kiri bergantung longgar pada sisi kirinya dan tangan kanan menekuk di bahu menghadap kebelakang dengan memegang sebilah kapak. Bhatara Ratu Pancering Jagat memiliki 21 orang unen-unen yang dinamakan Barong Brutuk.

    Selama proses sakralisasi, pemuda-pemuda yang terpilih dilarang berhubungan dengan para wanita, kegiatan dengan tujuan penyucian sambil mempelajari kidung-kidung dari nyanyian kuna, mereka juga mengumpulkan daun-daun pisang dari desa Pinggan, daun tersebut dikeringkan kemudian dirajut dengan tali kupas (tali dari kelopak pisang) untuk busana pada saat ritual. Mereka membuat 3 buah busana dari daun pisang, satu diikatkan di pinggang, kemudian di bahu dan leher. Bahkan celana dalam mereka terbuat dari tali kelopak pohon pisang hanya bagian kepala menggunakan hiasan dari janur

     Tokoh pada Barong Brutuk seseorang berfungsi sebagai raja, kemudian ratu, kakak sang ratu dan patih, selebihnya menjadi anggota biasa (unen-unen), dipentaskan pada siang hari, tepat saat mulai odalan di Pura Pancering Jagat , upacara odalan tersebut biasannya selama tiga hari berturut-turut. Penampilan barong ini dimulai dengan tampilan unen-unen tingkat anggota Brutuk, mereka mengelilingi penyengker pura selama 3 kali, sambil melambaikan cemeti dengan suara melengking kepada para penonton (peserta upacara), sehingga membuat para penonton takut. Kemudian doa-doa dan sesajian dihaturkan oleh seorang pemangku tatkala para tokoh ningrat seperti raja, ratu, patih dan kakak ratu tampil kemudian keempatnya juga mengelilingi tembok pura bergabung dengan unen-unen, para peserta (penonton) berlomba mengambil pakaian daun pisang yang lepas, yang nantinya disebar di area perkebunan untuk kesuburan.

    Pagelaran ritual ini tidak lepas dari legenda berdirinya desa Trunyan. Dikisahkan 16 pemuda petani desa Bali aga dari kawasan Timur (Karangasem) bermigrasi ke wilayah Barat, mereka berkelana mencari lahan pertanian dan sampailah mereka di lereng Gunung Batur, dan disini mereka membuka lahan pertanian, keberadaan mereka di hutan liar tentu banyak ancaman, sering terjadi kegagalan panen dan juga gangguan binatang buas. Bahkan hubungan dengan desa tetangga lain yang berbeda keyakinan mengalami kesulitan, dan untuk mendapatkan istri guna melanjutkan keturunan mereka harus menculik dari warga lain, akhirnya perjuangan berat tersebut mereka berhasil mendirikan desa Trunyan, dan lecutan cemeti pada ritual Barong Brutuk tanda untuk melawan keganasan kehidupan hutan.

 

Contact
Jl. Pulau Roti, No. 21 Denpasar-Bali
//Phone
+62 87 888 7777 43  ||  +62 361 8474064
info@balicarvingproducts.com  ||  balicraft@rocketmail.com
FB : Bali Tour & Travel




 

Jl. Pulau Moyo, Gg Cemara A No.4, Pedungan, Denpasar - Bali
Phone. +62 (0) 361 8474064 | Mobile. +62 8788 8777 743 | Email. info@balicarvingproducts.com
Copyright © Bali Carving Products | All Rights Reserved | Powered By Baligatra
website counter

 
Facebook Twiter Youtube Link Google
This is replica watches only green water ghost is November 26, 2014 replica watches uk, Hong Kong Christie's replica watches uk sale auction on the auction, number 2203 rolex replica.