Product Catalogue | New Products | The Carver |Your Cart (0) | Shipping

Pelestarian Jalak Bali Nusa Penida

Upload_

    Bentang alam yang relatif terisolasi dibanding Pulau Bali ternyata menjadi anugerah bagi Pulau Nusa Penida. Pulau seluas 200 kilometer persegi ini menjadi secercah harapan bagi usaha konservasi Jalak Bali, salah satu fauna langka khas Bali. Di saat program konservasi jalak Bali di beberapa titik lainnya mengalami kegagalan atau stagnansi, penangkaran jalak Bali di Desa Ped ini justru menuai hasil yang positif. Dalam rentang waktu 2006-2014, penangkaran yang dikelola oleh lembaga Friend of National Park Foundation (FNPF) berhasil melepas 84 ekor burung yang dilepaskan ke alam.

   Ketua pelestarian Jalak Bali di Nusa Penida, Gede Bayu Wirayuda, Senin (27/10/2014) mengatakan, selama ini pemeliharaan dilakukan secara khusus sehingga perkembangan sangat baik dan bahkan sudah 84 ekor sudah dilepaskan. Termasuk empat ekor yang dilepaskan saat kunjungan wisatawan pesiar beberapa waktu lalu, katanya.

    Bayu juga menuturkan, kondisi yang dialami oleh FNPF sejak tahun 2006 baru tahun 2011 mendapatkan bantuan. Dimana, yang membantu adalah para wisatawan yang sengaja datang ke Nusa Penida untuk belajar dan memahami Jalak Bali. Selain itu wisatawan juga diajak untuk ikut memelihara burung ini.

   Kegiatan satwa liar biasanya dilakukan oleh orang asing, walaupun tidak secara langsung mereka seolah-olah kurang tidak mempercayai orang Indoensia. Untuk itu, dia mengaku jengah dengan kondisi ini dan berupaya untuk menepis pendapat  itu. Buktinya, tanpa diundangpun ratusan wisatawan pesiar rela datang ke Nusa Penida hanya untuk melihat pelestarian jalak ini.

   Secara alami jalak bali tidak ada dimanapun di dunia ini, hanya ada di pulau Bali. Bahkan tidak dijumpai di pulau seperti Nusa Penida ini, tuturnya.  Kelimpahan pakan untuk burung di Nusa Penida lebih kaya dari Bali Barat, di sana daerah savana dan iklimnya panas. Di sini jalak memakan buah-buahan seperti ceri, juwed, bunut, pepaya. Kalau musim serangga, mereka makan kroto (larva semut), lalat, ulat, rayap dan serangga-serangga kecil. Dengan banyaknya pakan jalak bali di sini bisa memiliki siklus bertelur hingga 2-3 kali dalam setahun. Padahal di Bali Barat cuma sekali dalam setahun.

   Masalah keamanan, kita bersenergi dengan Desa Pakraman se-Nusa Penida melalui awig-awig, terang bayu.  Mengingat burung ini usianya mencapai 8 tahun, maka diyakini burung yang telah dilepas tersebut sudah mati dan sebagiannya sudah berkembang biak di alam bebas.

    Disebutkannya juga, perkembangan burung Jalak Bali sudah seimbang dan tidak berkurang. Yang mengkhawatirkan kami adalah musim kemarau yang panjang saat ini, pasokan makan saat ini menurun drastis bahkan serangga kecil sudah sangat jarang, paparnya. Sehingga menurutnya bila pasokan di alam bebas semakin menipis, kemungkinan Jalak Bali isa berumur panjang juga mengecil. Kalau dipelihara dipenangkaran bisa berumur sampai 13 tahun, mengingat ketersediaan pakan dan air sangat memadai, saat di alam bebas bisa-bisa burung itu tidak makan seharian, jelasnya lagi. Namun keberadaan burung ini sangat bergantung semua pihak dan perhatian orang asing lebih intensif bahkan menjadi relawan yang betul-betul tidak dibayar mengembangkan satwa ini.

    Pada tahun 2006, FNPF melepaskan 25 ekor burung jalak bali di desa Ped. Secara bertahap hingga saat ini tidak kurang 84 ekor burung jalak bali telah dilepaskan di sini. Berdasarkan survey yang dilakukan FNPF pada tahun 2011, jumlah populasi jalak bali di Nusa Penida adalah 135 ekor, yang terindikasi telah terdapat anakan jalak bali generasi kedua yang telah berhasil lahir di alam.

   Nusa Penida memiliki berbagai jenis burung. Hasil pemantauan yang dilakukan Universitas Udayana pada tahun 2006, tidak kurang 60 jenis burung dapat dijumpai di pulau ini, diantaranya adalah elang, jalak putih, tekukur, kutilang, serta jenis-jenis burung berkicau lainnya.

    Selain faktor kelimpahan pakan yang menyebabkan tingginya jumlah spesies burung di Nusa Penida, maka sosial budaya masyarakat dalam turut menjaga alam menjadi konsideran penting. Sama seperti di Desa Ped, di Nusa Ceningan, pulau tetangga Nusa Penida, inisiatif untuk melepaskan beberapa pasang jalak bali pun telah dilakukan di area pura di Jungud Batu. Hingga sekarang burung-burung itu tampak hidup bebas dan bersarang di pepohonan besar yang berada di sekitar wilayah pura.

Sumber : Klungkung, Bali (beritadewata.com)




 

Jl. Pulau Moyo, Gg Cemara A No.4, Pedungan, Denpasar - Bali
Phone. +62 (0) 361 8474064 | Mobile. +62 8788 8777 743 | Email. info@balicarvingproducts.com
Copyright © Bali Carving Products | All Rights Reserved | Powered By Baligatra
website counter

 
Facebook Twiter Youtube Link Google
This is replica watches only green water ghost is November 26, 2014 replica watches uk, Hong Kong Christie's replica watches uk sale auction on the auction, number 2203 rolex replica.